Pemindaian 3D dengan ATOS Q di Sektor Medis

 

 

Langkah Awal: Menentukan Titik Referensi

Pertama, beberapa titik referensi ditempelkan pada permukaan torso. Kemudian, menggunakan kamera fotogrametri dan perangkat lunak khusus, posisi titik-titik ini diukur dengan akurasi tinggi.

Selanjutnya, organ-organ ditempatkan pada posisi masing-masing di dalam torso, lalu tiga penanda referensi dipasang di setiap bagian organ tersebut.

Setelah itu, serangkaian gambar baru diambil untuk mengukur titik referensi yang terlihat. Karena ada titik-titik referensi yang sama di antara pengukuran pertama dan kedua, data dari pengukuran kedua bisa diselaraskan ke dalam sistem koordinat awal.

  • Gambar 1: Model torso tanpa organ
  • Gambar 2: Model torso dengan organ

Digitalisasi Organ Secara Terpisah

Setelah organ dilepas, masing-masing bagian dipindai secara individual menggunakan ATOS Q.

Jika ukuran organ cukup kecil dibandingkan dengan area pemindaian ATOS, maka tidak perlu menambahkan titik referensi di bagian organ. Organ cukup diletakkan di atas papan hitam berlubang (breadboard), dan beberapa titik referensi ditempatkan di sekitar organ tersebut.

Pemindaian dilakukan dari berbagai sudut. Titik-titik di papan digunakan untuk menggabungkan hasil pemindaian dari berbagai sudut ke dalam satu sistem koordinat. Tiga titik referensi yang sudah didefinisikan sebelumnya dipakai untuk menggabungkan data organ ke dalam sistem koordinat global. Jika diperlukan, posisi organ bisa diputar agar seluruh bagian bisa dipindai.

  • Gambar 3: Hasil pemindaian paru-paru (tampilan flat shaded)

Pemindaian Torso Secara Keseluruhan

Model torso dipindai dengan ATOS Q yang dipasang di tripod dan dipindahkan secara bertahap mengelilingi objek untuk menjangkau seluruh permukaan.

Transformasi point cloud (titik-titik hasil pemindaian) dilakukan otomatis oleh sistem menggunakan titik referensi yang sudah ditempelkan.

Metode ini cocok untuk objek berukuran besar karena memungkinkan pemindaian bertahap dengan akurasi tinggi. Proses pemindaian juga ditampilkan langsung di layar, sehingga pengguna bisa melihat kemajuan dan arah pemindaian secara mudah.

Dengan menggunakan perangkat lunak GOM Inspect, data hasil pemindaian bisa diproses lebih lanjut dan diekspor ke berbagai format sesuai kebutuhan, seperti:

  • Cloud point dengan kepadatan tinggi
  • Potongan data
  • File STL hasil simplifikasi (biasanya digunakan untuk cetak 3D atau proses CNC/milling)
  • Gambar 4: Torso hasil pemindaian (flat shaded)
  • Gambar 5: Torso dan organ hasil pemindaian (flat shaded)

Warna Asli pada Model Digital

Kamera CCD hitam-putih digunakan dalam proses pemindaian, jadi warna pada Gambar 5 bersifat buatan untuk membedakan bagian-bagian.

Jika ingin mendapatkan warna asli, objek harus diletakkan di ruangan dengan pencahayaan yang baik dan dipotret menggunakan kamera digital berwarna selama proses fotogrametri. Setelah itu, pemindaian dilakukan seperti biasa dengan ATOS. Terakhir, informasi warna dari kamera digital akan diproyeksikan ke data hasil pemindaian.

Dengan cara ini, warna dan bentuk objek digital akan sesuai dengan objek nyata.

  • Gambar 6: Torso hasil pemindaian dengan warna asli (flat shaded)
  • Gambar 7: Tampilan detail paru-paru (mesh poligon berwarna)

Informasi warna pada model paru-paru menunjukkan detail yang sangat jelas. Berkat teknologi ini, mesh poligon berwarna berkualitas tinggi dapat dihasilkan karena bentuk dan warna dicatat dalam kondisi pencahayaan optimal.


Teknologi pemindaian 3D seperti ATOS Q terbukti sangat bermanfaat di sektor medis, baik untuk edukasi, penelitian, maupun pengembangan solusi medis berbasis digital.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan gom indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi gom.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!